Indonesia Pasti Bisa Mewujudkan Masyarakat Adil & Makmur Dengan Keberagaman

Setiap negara yang telah terlahir ke dunia memiliki visi dan misi yang berbeda-beda. Begitu pula bagi bangsa Indonesia. Kemerdekaan Indonesia diperjuangkan oleh banyak umat manusia, banyak suku dan etnis yang turut serta dalam memerdekan Negeri kita dari penjajahan yang terjadi hampir 3,5 abad lamanya.

Indonesia tercipta sebagai negara demokrasi dimana rakyat adalah pemegang kedaulatan atau kekuasaan tertinggi dalam negara demokrasi. Walaupun cita-cita ini sangat luhur, tapi cita-cita ini cukup bahaya jika kurang kuatnya hukum yang mengatur gerakan-gerakan yang mengarah pada penggulingan pemerintahan yang sah.

Belakangan, mulai banyak berbagai gerakan untuk menciptakan kehidupan masyarakat Indonesia yang menganut satu agama. Mereka yang mengomandoi gerakan itu beranggapan bahwa dengan satu agama menurut tafsiran mereka akan membuat penduduk Indonesia selamat.

Gerakan seperti ini jelas membahayakan, tidak hanya bertentangan dengan Pancasila, tapi juga bertentangan dengan kodrat Indonesia sebagai bangsa yang majemuk, yang meskipun berbeda-beda namun memiliki 1 tujuan yaitu Pancasila.

Dalam cita-cita negara. Negara pasti menghendaki masyarakat semuanya makmur, atau menghendaki masyarakat yang ideal dimana semua orang bisa menjadi kaya.

Rupanya, kodrat alam tidak menghendaki situasi seperti ini. Alam menginginkan keberagaman dimana ada orang kaya, pasti ada orang miskin. Ada orang baik, pasti ada orang jahat.

Memang pada nyatanya. Cita-cita negara ingin menyeragamkan semua orang agar bisa kaya, dan bisa makmur semua. Cita-cita ini jelas tak mungkin bisa terwujud, akibatnya. Setiap usaha untuk mewujudkan penyeragaman selalu saja menumbuhkan konflik, perang, maupun pembunuhan masal.
Lawan Dari Keseragaman, Adalah Keberagaman.

Mewujudkan Masyarakat Adil & Makmur Dengan Keberagaman

Mewujudkan masyarakat adil dan makmur bisa menggunakan realita keberagaman untuk mewujudkan masyarakat yang adil makmur. Keberagaman disini maksudnya yaitu membiarkan agama-agama lain tumbuh di Indonesia.

Serta membiarkan budaya-budaya lainya bisa tetap eksis tanpa diintimidasi agar tetap hidup. Belajar dari buku berjudul Enlightenment Now The Case for Reason karya Steven Pinker. Maka akan kita dapati kesimpulan bahwa negara-negara yang membiarkan keberagaman agama, budaya, dan suku yang ada di negara tersebut sering kali berhasil.

Misalnya saja ketika Amerika Serikat secara yuridis mengakui ras kulit hitam agar turut serta dalam kegiatan politik 60 tahun yang lalu. Sebelum munculnya pengakuan negara terhadap orang-orang berkulit hitam.

Kondisi ekonomi Amerika Serikat jauh dari penampakan negara Adi Daya seperti yang kita lihat sekarang. Baru setelah Amerika Serikat mengakui orang-orang negroitlah kini Amerika Serikat sontak langsung menjadi negara maju.

Fenomena keberhasilan ekonomi Amerika Serikat tentu disebabkan karena adanya pengakuan keberagaman ras manusia, yang sebelumnya sama sekali tidak diakui.

Kini, ras kulit hitam di Amerika Serikat bisa ikut serta dalam setiap kebijakan-kebijakan strategis Amerika. Ada yang menjadi perdana menteri, gubernur, hingga duduk di kursi parlemen.

Jika Amerika Serikat sampai sekarang masih membeda-bedakan antara orang-orang berkulit putih, dan orang-orang berkulit hitam, tentu Amerika Serikat tak jadi semaju seperti sekarang.

Demikian pula yang dialami oleh negara Singapura. Pada era 60-an negara ini tidak ada sekuku jarinya dengan Indonesia. Ekonominya sangat rendah karena hanya mengandalkan sektor pertanian.

Tahun 50-an Singapura begitu sangat kuat memberlakukan politik rasial. Hanya orang Melayu saja saat itu yang boleh berkarir sebagai aparatur negara. Sementara ras-ras lain seperti ras Inggris, maupun ras Chinesse belum diakui kiprahnya. Para ras non-Melayu dulu tidak diperbolehkan ikut serta dalam pengambilan kebijakan negara.

Baru setelah tahun 60-an Singapura mengakui ras Inggris, dan ras Chinesse. Berawal dari pengakuan keragaman aneka ras itulah Singapura jadi negara maju seperti sekarang.

Jadi untuk mewujudkan tataran masyarakat yang maju, dan makmur harus dimulai dari pengakuan adanya keberagaman. Bukan malah upaya menyeragamkan budaya, ras, maupun agama yang justru akan memecah belah persatuan bangsa kita.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Lihat Juga