4 Rahasia yang Membuat Pengarang ini Novelnya Laris Manis

0

Penjualan novel Laskar Pelangi mencapai hingga 1,5 juta lebih eksemplar buku terjual. Sehingga menempatkan Andrea Hirata sebagai penulis novel terlaris sepanjang masa di Indonesia.

Sementara di bawah Andrea Hirata. Ada tokoh-tokoh penulis novel dengan karya-karyanya yang sama-sama juga mentereng seperti Habiburahman Elzarasi, Pidi Baiq, Tere Liye, dlsb.

Beberapa penulis novel yang disebutkan di atas buku-buku yang ia keluarkan selalu saja best seller. Orang-orang begitu antusias untuk membeli buku-buku dari pengarang seperti ini.



Jika Kalian adalah seorang penulis, pasti dalam benak hati Kalian bertanya-tanya. “Apa sih rahasianya mengapa novel-novel buatan pengarang-pengarang seperti itu menjadi best seller.” Berikut kami paparkan rahasianya, mengapa novel-novel buatan mereka sangat laris manis di pasaran.

Membuat Novel Dengan Tema Cinta yang Bikin Baper.

Novel Dilan adalah novel paling baper tahun ini. Itulah sebabnya novel ini begitu sangat laris manis di pasaran.

Supaya novel buatan kalian juga laris manis seperti novel Dilan. Coba deh kalian buat novel dengan tema yang baper. Tema yang baper ini bermacam-macam jenis konfliknya. Bisa memakai konflik orang yang terjebak friendzone, cinta yang tak terbalas, perselingkuhan, maupun yang terbaru konflik pelakor. Konflik-konflik bertema cinta seperti ini coba kalian masukan kedalam pembuatan novel. Pasti setelah jadi novelnya nanti. Orang-orang akan banyak membeli novel buatan karyamu.

Penulisan Gaya Bahasa Sendiri, Biar Punya Ciri Khas.

“Wah ini mah novelnya Anton Irawan nih mesti.” Begitulah ungkapan dari salah satu orang yang terbiasa membaca karya novel buatannya. Mereka gampang sekali mengenali tulisan, tanpa melihat judul novel sebelumnya.

Mereka cukup melihat gaya tulis dari novel yang ia baca. Maka mereka sudah tau siapa penulisnya. Nah, makanya kalian perlu banget dah tuh. Membuat gaya tulis sendiri agar mudah dikenali pembaca novel kalian.

Dalam kajian prosa fiksi, ada beberapa gaya bahasa yang bisa diambil oleh penulis. Beberapa di antaranya yaitu eufemisme, postomoderenisme, surealisme, provokatif, glokalisme, dan masih banyak yang lainya lagi. Kalian cukup ambil satu saja gaya tulisnya.



Pilihlah Penerbit Mayor, Jangan Penerbit Minor.

Kendati penerbit minor sekarang banyak bermunculan menawarkan jasa cetak buku dengan durasi yang pengerjaan yang lebih cepat dengan penerbit mayor. Tapi penerbit minor ada kelemahannya.

Kelemahannya yaitu sistem distribusi buku yang kurang baik. Di tambah lagi penerbit minor tak pernah mencetak buku dengan jumlah yang banyak.

Berbeda sekali dengan penerbit mayor. Dimana ketika kalian memilih penerbit ini sebagai media untuk menerbitkan tulisan novelmu akan di cetak minimal 5000 eksemplar.

Jaringan distribusi buku penerbit mayor juga lebih baik. Hal ini tentu bisa mendongkrak penjualan novel kalian. Beberapa penerbit mayor yang bisa kalian pilih seperti Bentang Pustaka, Gramedia, Gema Insani, Mizan, Narasi, dan masih banyak yang lainya lagi.



Buatlah Tokoh-Tokoh Dengan Karakter yang Tak Mudah di Lupakan.

Nah rahasia jitu para sastrawan dalam meracik novelnya agar laris manis di pasaran yaitu dengan membuat tokoh-tokoh berkarakter kuat.

Karakter kuat di sini maksudnya. Sifat-sifat dari tokoh yang di buat itu juga di temui dalam masyarakat. Misalnya pada novel Siti Nurbaya. Karakter tokoh novel ini begitu sangat kuat karena menggambarkan pernikahan paksa yang ada pada zaman itu. Sekarang giliran kalian deh coba buat novel dengan karakter yang kuat seperti itu. Dijamin novel buatan kalian pasti banyak yang beli.

Leave A Reply