4 Nilai-Nilai Sosial dan Budaya yang Mulai Terkikis di Masyarakat, Nomor Empat Bikin Miris

0

Pergeseran nilai-nilai sosial, dan budaya di zaman globalisasi memang tidak dapat di elakkan lagi. Kalau dulunya orang-orang menjaga nilai-nilai etika sosial, sopan santun, dan yang sering disebut dalam bahasa Jawa sebagai tata tentrem karta raharja sekarang nampaknya mulai memudar.

Perkembangan tata sosial yang semakin menggeliat mau tak mau membuat nilai-nilai, serta standar moral dalam masyarakat semakin tereduksi, dan tergeser ukuran kesopanannya. Sayangnya, banyak generasi muda yang menilai pergeseran nilai dan norma-norma sosial ini adalah sebuah hal yang biasa saja, tak usah di khawatirkan berlebih. Padahal nilai-nilai luhur yang telah hilang dari penerapan manusia, akan sangat susah dibangkitkan kembali. Akhirnya nilai etika semakin luntur tak dipraktikkan oleh generasi muda, seperti nilai-nilai sosial yang mulai ditinggalkan seperti kebiasaan berikut ini



Tidak Nampaknya Sikap Merunduk, Sebagai Bentuk Penghormatan Kepada yang Lebih Tua

Sebagai orang yang masih muda. Merunduk saat bertemu orang yang lebih tua merupakan kebiasaan masyarakat Indonesia yang telah lama beredar di negeri ini. Karena memang sebagai orang tua yang dalam tanda kurung “punya pengalaman”. Orang yang lebih tua memang sudah selayaknya diberi penghormatan dengan merundukan badan.

Namun sayangnya etika merunduk saat bertemu orang yang lebih tua saat ini tak banyak nampak lagi. Padahal, kebiasaan merunduk ini masih banyak di lestarikan warga Jepang lho. Kendati Jepang sangat maju negaranya, tapi tak kehilangan standar nilai-nilai sosial nya yang tetap terjaga hingga kini.

Hilangnya Berbicara Lebih Lembut Kepada yang Lebih Tua.

Anak yang lebih muda memang sudah seharusnya mengurangi nada bicaranya saat sedang ngobrol dengan orang yang lebih tua lho. Apalagi kebiasaan ini ternyata telah lama dilakukan oleh nenek moyang kita seperti mana yang termuat dari buku The Histori of Java karya Rafles. Jadi berbicara lembut kepada orang yang lebih tua ini perlu dilestarikan oleh generasi milinieal sekarang. Jangan sampai malah melupakan, hingga malah memaki-maki orang tua. Wuah tak baik itu.


Cium Tangan Mulai Ditinggalkan

Saat ingin pamitan dengan kedua orang tua, atau kepada orang yang sudah tua. Kita biasanya akan mencium tangan kanan mereka sebagai tanda pamitan, dan agar bisa selamat. Cium tangan juga dapat disimbolkan sebagai bakti kita kepada kedua orang tua yang telah membesarkan kita.

Tapi kok sayang sekali. Tradisi cium tangan ini mulai hilang dari peredaran masyarakat. Padahal cium tangan ini masih cukup populer lho di India. Masak kita malah melupakannya sih. Nah, bagi generasi yang mengakunya anak milineal harus merawat tradisi ini agar tetap ada keberadaannya dalam masyarakat.

Berusaha Menjawab Pembicaraan Orang yang Lebih Tua, Tanpa Menyela yang Mulai Hilang

Komunikasi merupakan bagian dari interaksi sosial antar individu untuk mendapatkan informasi. Sayangnya di zaman yang serba cepat ini. Kadang kita suka menyela pembicaraan orang yang lebih tua, hanya karena waktu kita yang terbatas. Padahal apa internalisasi nilai-nilai sosial yang berkaitan dengan interaksi sosial masyarakat kita telah lama dikenal sebagai komunikan yang baik. Mereka para tetua kita, baru berani bicara jika lawan bicaranya yang sudah tua selesai berbicara.

Sayangnya sekarang kondisinya berbalik. Banyak anak muda yang berani menyela pembicaraan orang yang lebih tua. Seperti kasus kematian guru yang belakang ini sedang viral. Juga karena siswa yang menyela guru diingatkan tapi tak terima dengan memukul guru sampai meninggal. Sungguh miris sekali tentunya, jika menyela kebiasaan pembicaraan ini dibiarkan tumbuh begitu saja.

Search terms:

nilai sosial seperti apa yg harus dilestarikan yg sudah hilang, nilai2 budaya yang mulai banyak ditinggalkan generasi muda

Leave A Reply