Ini, 7 Penyakit Yang Mengancam di Musim Penghujan

0

Bukanrahasia.com – Dimusim penghujan Kewaspadaan terhadap ancaman penyakit, terutama bagi warga di daerah yang kerap tergenang air, sebaiknya ditingkatkan. Meskipun rumah Anda terbebas dari genangan air, penyakit masih bisa datang karena kehujanan, atau karena nyamuk Aedes aegypti yang perkembangbiakannya semakin meningkat di musim hujan karena banyak genangan air. Berikut ini 7 penyakit yang harus Anda waspadai di musim penghujan.

Musim Penghujan

1. Leptospirosis
Salah satu penyakit yang mengintai warga di sekitar lokasi banjir adalah Leptospirosis. Leptospirosis disebabkan oleh bakteri patogen berbentuk genus Leptusipira. farmili leptospiraceae dan ordo Spirochaetales. Angka kematian akibat Leptospirosis lergolong tinggi dengan angka 5-40 persen.

Infeksi ringan diperkirakan pada 90 persen kasus Anak balita, orang usia lanjut, dan penderita yang mempunyai daya tahan tubuh rendah punya risiko kematian tinggi akibat penyakit ini. Pada usia di atas 50 tahun, risiko kematiannya bisa mencapai 56 persen. Pada penderita ikterus yang sudah mengalami kerusakan hati, risiko kematiannya lebih tinggi.

Penularan penyakit ini bisa melalui tikus, babi, sapi, kambing, kuda, anjing, serangga, burung, landak, kelelawar, dan tupai. Bakteri Leptospira terbawa air seni tikus atau air seni hewan lain yang tercampur dalam genangan air hujan atau banjir. Penyakit ini dapat menyerang semua usia, mayoritas berusia 10-39 tahun, sehingga bisa jadi usia adalah sebuah faktor risiko.

Seseorang yang memiliki luka, kemudian bermain atau terendam air banjir yang sudah tercampur dengan kotoran atau kencing tikus yang mengandung bakteri leptospira, maka orang tersebut berpotensi dapat terinfeksi penyakit Leptospirosis.

Untuk menghindari timbulnya penyakit leptospirosis masyarakat bisa metakukan langkah-langkah antisipasi, yaitu menekan dan menghindari adanya tikus yang berkeliaran di sekitar kita, dengan selalu menjaga kebersihan. Jangan biarkan anak Anda bermain-main di genangan air apalagi berenang. Bika Anda terpaksa menerjang genangan air, gunakan sepatu boots. jika kulit Anda terpapar genangan, segeralah mandi dan bersihkan dengan sabun antiseptik.

2. Cikungunya
Penyakit ini disebabkan oleh virus cikungunya yang ditularkan ke manusia oleh nyamuk Aedes aegypti. Nyamuk Aedes aegypti akan berkembang biak lebih banyak pada musim hujan karena banyaknya genangan air. Usahakan selalu menutup sumber air, rajin menguras bak mandi jangan sampai ada jentik nyamuk.

Gejala cikungunya adalah demam, nyeri pada persendian terutama sendi lutut, pergelangan, jari kaki dan tangan serta tulang belakang, nyeri otot, sakit kepala, menggigil, mual, dan muntah.

3. Penyakit Kulit
Penyakit kulit biasanya disebabkan oleh infeksi jamur, umumnya jenis Trycophyton, yang banyak ditemukan di lingkungan yang lembap dan basah. Infeksi jamur dapat terjadi di semua bagian tubuh, termasuk area lipatan kulit dan area tertutup. Pakaian yang belum kering atau masih lembap bisa menjadi sarang jamur yang kemudian kontak kepada kulit manusia.

4. Diare
Hujan apalagi banjir seringkali menurunkan higienitas lingkungan atau keseharian kita. Banjir akan mengakibatkan sumber-sumber air minum masyarakat, terutama sumur dangkal, akan tercemar. Ketersediaan air bersih yang terbatas berpotensi menimbulkan diare. Untuk mencegahnya, jangan lupa untuk mencuci tangan dengan sabun antiseptik sesering mungkin terutama sebelum makan. Pastikan air minum juga bebas dari bakteri. Kebersihan lingkungan harus dijaga dua kali lipat dari biasanya, dan hindari sampah sampai menumpuk.

5. Demam Berdarah
Pegingkatan perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti di kala musim hujan meningkatkan penularan penyakit demam berdarah. Hal ini dikarenakan ‘banyaknya genangan dan sampah yang menjadi tempat mereka berkembang biak. Sama seperti pencegahan penyakit cikungunya, rajinlah menguras bak mandi atau penampungan air lainnya sehingga mencegah jentik-jentik nyamuk, mengubur sampah dan jangan sampai membiarkan sampah menumpuk.

6. Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA)
ISPA dapat berupa bakteri, virus dan berbagai mikroba lainnya. Bakteri atau virus tersebut lebih mudah masuk ke dalam tubuh karena sistem imun yang menurun di saat musim hujan. Gejala utama dapat berupa batuk dan demam. Jika berat dapat atau mungkin disertai sesak napas dan nyeri dada.

Penyakit ini akan menular dengan cepat ketika banyak orang dengan sistem imun yang sedang melemah di satu tempat apalagi kebersihan tempat tersebut tidak terjaga dengan baik, misalnya tempat pengungsian korban banjir. Cegah penularan dengan menutup mulut saat batuk, memakai masker, tak meludah sembarangan, dan lain-lain.

7. Tifus
Penyakit tifus juga bisa mengintai di kala musim hujan karena faktor kebersihan makanan yang tidak terjaga dengan baik atau dimasak dengan air yang tercemar.

Memperburuk Penyakit Orang yang sudah terkena penyakit sebelumnya, bisa tambah buruk kondisinya di kala musim hujan. Hal ini dikarenakan penurunan daya tahan tubuh, apalagi bila sampai banjir yang membuat air tercemar. [**]

Leave A Reply