Inilah Kelemahan Dibalik Lezatnya Semangka Tanpa Biji

0

Jika kita membicarakan terkait dengan buah semangka, maka kita sedang membicarakan buah yang tiada tanding rasanya. Semangka merupakan buah-buahan yang memiliki keluhuran tinggi. Dengan cita rasanya yang begitu manis dan segar. Semangka akan terasa nikmat di lidah siapa saja yang memakanya.

Hal unik lainya yang dapat di dapat dari semangka adalah, kita jarang sekali mendapati ada orang yang tidak suka pada cita rasa buah ini. Kalau ada orang-orang tak suka durian karena baunya itu wajar saja, ada orang tak suka nangka karena teksturnya yang lengket itu wajar. Tapi jarang sekali kita temui ada orang yang tak suka semangka karena cita rasanya. Kecuali bijinya yang kadang dikeluhkan oleh banyak orang.

Yah, ketika memakan semangka memang harus mendapati kenyataan, bahwa kita sedang berhadapan dengan banyaknya biji yang ada di semangka. Kadang sial memang, setelah kita makan semangka dengan lahapnya, eh bijinya berceceran dimana-mana.

Tapi memang dasarnya saja manusia itu mempunyai sifat yang tidak puasan. Untuk menghilangkan biji semangka yang dirasa cukup menggangu ini. Baru-baru ini tim pertanian yang dikomandoi oleh anak-anak Mahasasiswa Pertanian. Belakangan, melakukan rekayasa genetik untuk menghilangkan biji-biji yang ada di dalam semangka.

Melalui proses mutasi pembuangan gen tertentu, biji semangka akan bisa dihilangkan dengan mudah. Lewat mutasi gen inilah kita bisa memakan buah semangka yang super segar itu tanpa terganggu dengan banyaknya biji yang bikin lidah, bentrok.


Tapi tunggu dulu, penghilangan gen mutasi ini memang mempunyai banyak kelebihan, seperti mutasinya pada Pegawai Negeri Sipil (PNS) dari perantaun nan jauh dimata, menjadi pindah kekampung halamanya sendiri yang lebih dekat. Proses mutasi genetik memiliki sejumlah kelemahan yang harus kita sadari saudara-saudara sebangsa setanah air.

Beberapa hal yang perlu kita perhatikan efek negatif dari mutasi genetik pada tumbuhan diantaranya sebagai berikut

Menghilangkan Diversitas Alam

Karena kemaruknya manusia terhadap buah yang unggul, dan tak memiliki cacat. Maka bisa menghilangkan diversitas itu sendiri. Jika kita banyak menjumpai semangka yang tidak ada bijinya, lha nanti semangka yang terdapat biji bisa punah dong. Masa sih anak cucu kita nantinya mempersepsikan bahwa semangka itu tidak terdapat biji. Padahal semangka itu sebetulnya pada awalnya memiliki biji.

Menekan Perkembang Biakan

Salah satu kelebihan buah yang memiliki biji itu bisa sebagai sarana perkembangbiakan dengan praktis. Kelebihan semangka yang ada bijinya. Maka kita bisa menanam semangka lewat bijinya yang kita kumpulkan. Nah kalau semangka tanpa biji ini menggusur semangka yang berbiji apakah bisa nantinya. Para penikmat semangka bisa ikut mengembangbiakan semangka ini.


Munculnya Gulma Baru

Mutasi genetik pada tumbuhan selalu memunculkan gulma baru yang cukup serius. Kadang gulma tersebut menjelma menjadi gulma yang resisten terhadap tumbuhan, atau buah lain. Alih-alih bisa memanen buah semangka sebanyak-banyaknya. Kita malah akan mendapati kenyataan pedih gagal panen, semangka kita yang ditanam dengan mutasi genetik diserang oleh gulma.

Harga yang Tidak Murah

Menanam buah dengan metode mutasi genetik tidaklah murah seperti membeli permen. Mutasi genetik membutuhkan sejumlah dana, untuk membeli peralatan laborat seperti mikroskop, pipet tetes, tabung mayer, dan masih banyak lagi. Belum juga membeli bahan-bahan kimia lain. Pada akhirnya, dibalik kelebihan semangka tanpa biji yang kini banyak beredar di pasaran, terdapat kekurangan disana-sini yang patut kita perbaiki.

Baca juga : Sewa Alat Berat : Rental Bulldozer – Excavator – Crane – Tandem

Search terms:

bahaya semangka non biji, bahaya semangka tanpa biji, kekurangan dan kelebihan penemuan varietas baru semangka tanpa biji jambu tanpa biji, kelemahan penemuan varietas semangka tanpa biji, kelemahan usaha semangka tanpa biji, kerugian mengembangkan semangka tanpa biji, kualitas tanaman semangka mutasi gen

Leave A Reply