Ini Bahaya Ketika Anak TK Diberikan Android

0

Dewasa ini, peranan teknologi informasi telah merambah ke semua sudut jenjang usia, baik itu orang dewasa, remaja, bahkan anak seusia TK sekalipun sudah tak bisa lepas dari gadget atau android. Lalu, apakah hal tersebut cukup baik untuk sarana pertumbuhan kognitif serta perkembangan anak.

Secara keseluruhan, android bagi anak yang masih dalam tahap pertumbuhan kurang begitu baik. Karena android hanya akan merangsang jiwa berpikir instan. Maksudnya ia hanya akan berpikir pada satu posisi dimana ia hanya dapat mengekspresikan pikiranya tanpa diimbangi dengan gerakan motorik si anak. Miris memang.


Android memang tidak dapat dipungkiri telah merengsek dan menggusur “dolanan tradisional anak, yang lebih mengedepankan untuk menggerakkan tubuh. Maka tak heran jika android menjadi penyebap utama mengapa anak mengalami kesulitan emosional seperti mudah merasa murung, cemas, kesepian, mudah marah, dan bertindak agresif. Yang kemudian menjadi pertanyaan, kenapa hal demikian banyak dijangkati oleh generasi kids jaman now ?

Permainan Tradisional Semakin tak Diminati

Penyebap utama mudah murungnya anak-anak zaman sekarang. Tentu tak lain, karena permain yang menekankan pada hubungan sosial kepada teman sebayanya sudah banyak yang ditinggalkan.

Beberapa dari kita yang sudah menginjak usia dewasa, mungkin masih teringat kisah saat masih seusia TK dulu. Saat dimana kita masih belum mengenal namanya android. Kita masih bermain bersama, berlari kesana kemari bersama-sama teman sebaya memaikan permainan petak umpet.


Namun sayang, era sekarang benar-benar era penjajah. Penjajah yang bukan secara langsung melakukan “pengeboman” ke anak-anak, atau memukulinya dengan balok kayu. Melainkan membunuh jiwa moral perlahan-lahan melalui penggunaan android yang tidak di awasi ketat oleh para orang tua.

Pada dasarnya peranan orang tua juga harus lebih dievaluasi, berfikirlah mengenai dampak penggunaan gadget bagi anak yang masih seusia anak TK. Apa gunanya seorang anak yang masih TK mengenal yang namanya android. Tak ada manfaat yang lebih baik dari android untuk anak seusia TK yang belum begitu mampu membedah nilai normatif.

Ajarkanlah mainan tradisional yang mampu memberikan rangsangan gerak, dan bersosial kepada teman sebayanya saja yang sudah sangat jelas berdampak bagus pada perkembangan si anak. Karena permainan tersebut sudah di planning, dijalankan, serta di evaluasi oleh “nenek moyang” kita sejak berabad-abad lamanya, toh dengan mengajarkanya permainan tradisional kepada anak. Kita akan ikut andil melestarikan budaya kita yang Adi Luhung ini.

Permainan tradisional yang patut dicoba orangtua untuk diajarkan kepada anak-anak misalnya saja petak umpet atau delikan. Permainan petak umpet ini dapat merangsang perkembangan anak untuk terampil menggerakan seluruh badanya. Termasuk melatih otot-otot besar, dan kecil supaya terus tumbuh.

Anak juga dapat menyalurkan energinya yang berlebihan untuk membakar kalori yang ada dalam tubuhnya. Sehingga dengan memainkan permainan tradisional ini anak mendapat kesehatan yang baik, nafsu makan meningkat, dan tidur pun bisa nyenyak.

Jadi, mulai sekarang coba kurangailah penggunaan android pada anak TK yang masih perlu untuk bergerak melatih ototnya. Cobalah ajarkan permainan-permainan di luar ruangan yang menuntut anak untuk bersosialisasi kepada teman sebayanya satu sama lain. Ini penting dilakukan, daripada membiarkan anak kencanduhan game, lalu membuatnya berjam-jam tak bergerak dari tempat tidurnya. Hanya karena asyik main game.

Kalau sudah begini jangankan disuruh belajar akan mau, disuruh buat makan sejenak saja biasanya susahnya bukan main. Iya gak ?

Leave A Reply