Jatuh Cintalah Kepada Wanita yang Tidak Melihat Hartamu

0

Joni Arifanto merupakan orang yang paling tajir di kampung saya. Mobilnya bermerek Ford keluaran terbaru, sementara orang tuanya memiliki perkebunan teh yang luas.

Walaupun mukanya pas-pasan, tapi dengan modal harta, yang super kaya itu Joni berhasil menggaet puluhan cewe-cewe yang oke oye, dan berbodi semlohay tentunya. Berkat ketajiranya itu, Joni beberapa kali gonta-ganti pasangan kayak sandal jepit.

Bagaikan burung beo yang nelen Baygon. Akhirnya Joni keracunan wanita, dan insyaf mau serius kepada satu wanita saja yang mau ia jadikan istri taun depan. Lha gimana gak insyaf, sedangkan Joni tidak pernah merasakan cinta sama sekali ketika kemarin ia bergonta-ganti pasangan, hanya dengan modal duit.


Kehidupan asmara Joni ketika itu terjebak pada rutinitas mengantar pacar-pacarnya pergi belanja ke mall, dan nyalon saja. Boro-boro mau diajak seriusan ke orang tuanya, sedangkan yang dipikirkan hanya kebutuhan belanjanya saja.

Lha belakangan. Joni sedang mencari wanita lagi yang mau diajak seriusan. Lalu ketemulah ia dengan wanita yang biasa-biasa saja.

Wajahnya tak berbalutkan bedak berharga jutaan seperti pacar-pacarnya yang dulu. Tapi tak tau mengapa Joni malah menyukainya. Namun sayang seribu sayang, wanita yang ia sukai itu malah menganggap bahwa Joni bukanlah pria yang pemberani menatap masa depan.

Pemberian kalung emas serta barang berharga yang Joni berikan ke wanita tersebut agar ia mau berdandan bak super model selalu di tolak. Terakhir wanita yang disukai itu bilang bahwa ia sama sekali tak tertarik dengan hartanya. Tapi ia lebih tertarik dengan pria yang mau menerima segala kekurangan fisiknya.


Joni kemudian terpukul, dan lagi-lagi saya berubah menjadi “dokter cinta” dadakan. Setelah Andi Prakoso berhasil move on ketika saya “khotbahi” di Pantai Parang Tritis. Kini giliran Joni Arifanto yang saya marahi, ketika curhat maslah itu dengan saya. Begini kira-kira kemarahan saya. Baca juga Laki-Laki Nangis Ketika Depresi, Gak Salah Bro ?

Untuk mas Joni yang baik hati, dan bedebah. Sebelum memberi jawaban semua permasalahan asmara yang cukup pelik, izinkanlah saya marah-marah dulu sama sampeyan.

Para pria macam sampeyan inilah sumber biang kerok munculnya rasa iri, cemburu serta kegelisahan lainnya untuk para pria kere, maupun jelek yang tak setajir sampeyan. Para pria kere itu keok bersaing dengan sampeyan.

Jadi begini kira-kira Mas Joni, barangkali memang ini sudah waktunya sampeyan untuk mulai menyadarkan diri, bahwa tidak semua wanita itu bisa disumpal dengan uang, lalu begitu saja mau menjadi pacar sampenyan.

Saat sampeyan merasa berbangga diri bisa menjinakan para wanita yang sampeyan  “gebet” hanya pakai modal uang melimpah. Pikirkanlah, bahwa sebetulnya sampeyan sedang tidak menaklukan wanita, tetapi boleh jadi justru sebaliknya, sampeyanlah yang telah ditaklukkan oleh para wanita-wanita yang mata duitan itu.


Nah, bagi sampeyan yang sekarang tengah jatuh hati kepada wanita yang tidak sama sekali mencintai sampeyan, atau duit yang sampeyan miliki, saran saya sebagai “dokter cinta dadakan” Cuma bilang, “lepaskan saja”.

Lha untuk apa? Tujuanya biar sampeyan menyadari dan mulai mengintrospeksi diri bagaimana rasanya ketika sedang patah hati.

Saat sampeyan sudah tahu rasanya sakit hati itu seperti apa, maka hasilnya  sampeyan akan dapat mengetahui  pentingya kerja keras yang tulus, serta usaha mendekati seorang wanita, bukan hanya mengandalkan duit yang melimpah, apalagi kalau pakai duit, dan harta orang tua.

Ingatlah, pada tujuan hidup berkeluarga yang sesungguhnya, bahwa sampeyan harus bisa menggaet wanita yang menyukai sampeyan bukan kepada duit atau harta, melainkan kepada perilaku, ketulusan, dan juga keseriusan sampeyan untuk melamarnya.

Karena apa? Karena ibu serta bakap sampeyan, tak mungkin selamanya kaya. Emang ibu dan bapak sampeyan pelihara babi ngepet sehingga uangya tak habis-habis, tentu tidak kan.

Leave A Reply