Perilaku Pengendara Sepeda Motor yang Sangat Membahayakan

0

Indonesia memposisikan diri sebagai pengguna sepeda motor terbesar kedua setelah India.  Dalam banyak hal menggunakan sepeda motor memang memiliki sejumlah keuntungan dibandingkan dengan menggunakan kendaraan pribadi berupa mobil. Pengguna sepeda motor akan lebih bebas meliuk-liuk menyalip didepanya saat terjadi kemacetan.

Selain itu sepeda motor juga terbilang irit, jika kita bicara soal penggunaan bahan bakar. Satu liter bensin biasanya bisa digunakan sepeda motor dalam menempuh jarak sekitar 50 KM.

Bandingkan dengan kendaraan berupa mobil pribadi yang dua kali lipat lebih boros. Sejumlah keunggulan yang banyak dimiliki sepeda motor ini kemudian yang membuatnya membludak, digemari oleh jutaan masyarakat Indonesia.


Namun, semakin membludakanya sepeda motor di Indonesia ini memunculkan sejumlah persoalan cukup serius. Yakni persoalan norma-norma kesopanan dalam berkendara yang saya kira semakin terkikis. Alih-alih kita bisa berkendara dengan aman, namun sebaliknya kita dibuat ketakutan akan kecelakaan. Terutama jika mendapati pengendara lain yang ugal-ugalan.

Sebetulnya kita tidak bisa menyalahkan sepeda motornya saja. Yang kita salahkan itu ya pengemudinya. Jujur saja saya kerap kali kesal ketika sedang mengendari sepeda motor dengan hati-hati. Sementara pengendara lainya berkendara dengan ugal-ugalan. Ugal-ugalan seperti apa yang biasa dilakukan oleh para pesepeda motor.

Mending saya tuliskan langsung saja deh, perilaku ugal-ugalan para pengguna sepeda motor yang saya rangkum sebagai berikut :

Menyalakan Sein Kanan, Tapi Belok Ke Kiri

Menyalakan sein kanan, belok ke kiri dulu menjadi perbincangan viral Netizen di media sosial. Meme yang menyinggung kalimat ini juga banyak bertebaran di forum guyon atau lawak.

Uniknya dalam sebuah postingan meme, yang diterbitkan oleh komunitas Meme Indonesia. Sindiran kalimat menyalakan sein kanan, tapi belok ke kiri ditujukan pada ibu-ibu pengendara sepeda motor jenis metic. Walaupun sebetulnya tidak ibu-ibu saja yang melakukannya.

Tua, muda, bapak-bapak, maupun para kids jaman now itu ya sebetulnya sama saja, kadang secara tak sadar melanggar berkendara seperti ini. Jika kamu menemui para pengendara sepeda motor yang masih bingung menggunakan fungsi lampu sein. Beritahu saja, lumayan bisa mengurangi dosa. Soalnya jika tak diberitahu, akibatnya bisa membahayakan pengendara lain yang ada dibelakangnya.


Berkendara Lambat di Tengah Jalan

Sudah menjadi ketentuan tak tertulis bahwa jika ingin berkendara lambat itu seharusnya berada di kiri jalan. Biasanya sisi kiri jalan di dominasi oleh truk kontainer yang memang berjalan lambat. Sementara di sisi kanan yaitu ditujukan bagi kendaraan yang berjalan cepat seperti mobil pribadi, bus, dan kendaraan cepat lainya.

Nah ternyata, ada pengendara sepeda motor yang berjalan dengan lambat di tengah jalan. Mereka biasanya akan belok ke kanan, atau ke kiri.

Nah, kadang terdapat sebagian yang tidak menyalakan lampu sein baik kanan, maupun kiri. Tentu tindakan tersebut membuat pengendara yang ada dibelakangnya terkaget-kaget tak karu-karuan. Kalau saja jarak yang pengendara lain yang di belakang tidak sampai 10 meter, ya mungkin saja bisa terjadi tabrakan. Bikin sebel kan ?

Menyalip di Antara Kedua Mobil yang Sedang Berjalan

Entah yang satu ini karena terinspirasi film Hollywood berjudul Two Fast To Furious atau tidak saya tak tahu. Tetapi ada kita jumpai pengedara sepeda motor yang “nggaya” melakukan adegan penyalipan di antara kedua mobil yang sedang berjalan.

Memang sih terkesan gagah gimana gitu, jika melakukan tindakan ini, tapi jika tak berhasil menyalip dan terjadi kecelakaan. Apakah tak takut mukanya berubah gepeng seperti telor dadar.


Menyalip Tiba-Tiba dan Tanpa Menyalakan Sein

Menyalip tiba-tiba biasanya dilakukan oleh pengendara yang sedang terburu-buru untuk bisa segera datang ke lokasi tujuan. Tapi sesuatu yang terburu-buru sebetulnya tidak baik. Apalagi ketika menyalip tanpa menyalakan sein terlebih dahulu. Biasanya pengendara lain yang di depan maupun belakang, akan terkaget-kaget jika ada pengendara yang melakukan tindakan ini.

Berkendara Berjejeran Sambil Mengobrol

Entah sedang membicarakan apa, penting atau tidak. Apakah keduanya sedang terlibat asmara. Ya memang sah-sah saja si ngobrol bareng. Tapi apa ya harus sambil berkendara, terus berjejeran begitu.

Ngobrolnya nanti saja kalau sudah sampai tempat tujuan kanbisa. Tindakan berkendara seperti ini bukan hanya membahayakan bagi si pengendara, tapi juga pengendara lain yang menjadi kesusahan ketika mau menyalip. Berkendara kok sukanya merepotin orang.

Baca Juga : Beton Instan – Mutu Terjamin dan Konsisten

Leave A Reply