Laki-Laki Nangis Ketika Depresi, Gak Salah Bro ?

0

Tiga hari yang lalu, saya mengajak rekan kerja ke pantai Parang Tritis untuk melepas penat seharian. Hari itu memang tak biasanya saya diajak teman saya sebut saja Andi Prakoso pergi ke panyai.

Ternyata tujuan Andi mengajak saya ke pantai selain sebagai sarana melepas penat, Andi juga sedang mencoba menghibur diri, Andi mengakui bahwa dirinya sedikit Depresi ditinggal kekasihnya yang minggu depan akan segera menikah.

Dari kejauhan saya melihat, Andi tertunduk lesu di pinggiran pantai Parang Tritis, saya yang dari warung sekitaran pantai kemudian menghampiri Andi, dan kaget ternyata Andi sedang menangis.


Loh kok, laki-laki nangis? Jadi begini, mas Bro, laki-laki itu wajib kuat, nggak boleh nangis. Jika laki-laki nangis, maka berarti ia lemah, kalau laki-laki lemah, maka ia pantas disebut perempuan, bukan laki-laki yang maco. Begitulah mungkin pendapatmu.

Nah, ini yang sebetulnya keliru. Seolah-olah kaum laki-laki adalah robot yang tak boleh menangis, tak perlu butuh bantuan, laki-laki harus menahan masalahnya sendiri, harus terlihat macho, harus terlihat sangar, dan pasti selalu kuat.

Dikiranya setiap laki-laki itu seperti ini tanganya Kris Jhon apa, yang terbuat dari kerasnya beton.

Memang sebetulnya jauh lebih mudah berakting sok kuat daripada menjadi laki-laki kuat itu sendiri.

Para laki-laki yang menimbun masalah hidupnya sendiri dalam-dalam, seringkali tak sadar bahwa ia sedang menyimpan duka lara, memelihara dendam, dan masalah yang menumpuk pada dirinya.


Kamu tahu akibatnya? Akibatnya tentu berujung pada gangguan kesehatan jiwa seperti depresi. Jika ini dibiarkan berlarut-larut maka depresi bisa membunuh saraf otakmu. Inilah mengapa pada tanggal 10 Oktober hari kesehatan supaya terbebas dari gangguan jiwa selalu diperingati.

Badan Kesehatan Dunia, WHO memaparkan kini sudah ada sekitar 350 juta manusia yang mengidap depresi, baik ringan ataupun berat. Baik laki-laki, ataupun perempuan.

Depresi yang parah maupun ringan bisa disebapkan lewat apa saja. Bisa melalui beban pekerjaan yang membuat tertekan, tugas kuliah yang seabreg, gagal jadi Gubernur.

Depresi menjadi tampak ngeri ketika para pengidapnya secara tak sadar menganggap bahwa kondisi kesehatan jiwa semacam ini dianggap sebagai tanda kelemahan dirinya, terutama dari kaum laki-laki.

Laki-laki biasanya berlagak sombong bak robot, lalu berkelakar, “Yaelah, ditinggal pacar nikah saja nangis”, “Yaelah, diberikan tugas kuliah berat aja panik”.




Komentar semacam ini bagaikan racun yang mematikan. Kita tak pernah mengetahui kondisi kesehatan jiwa teman kita, apakah dia mampu melaluinya atau tidak.

Setiap orang seharusnya mendapat hak untuk dilindungi, didukung, serta dihormati hak-haknya, untuk mengekspresikan dirinya.

Salah satu pakar psikologi, Into The Light Pernah menyarankan. Tindakan bagaimana yang harus segera dilakukan, saat teman atau kerabatmu punya masalah depresi atau mau bunuh diri.

Misalnya , tidak memberikan asumsi lemah terhadap seseorang yang sedang dijangkiti depresi.

Jangan pernah sekali memberi asumsi lemah saat orang hendak mencurahkan segala isi hatinya kepadamu. Biarkanlah ia berbicara dengan enjoy, dan kita harus menjadi pendengar yang baik. Jangan berlagak seperti Mario Teguh, jika kita bukan ahli pakar psikologi.


Hal berikutnya yang bisa dilakukan yaitu dengan tidak menganggap remeh niat mengakhiri hidup dari seseorang yang sedang depresi. Kita coba menenangkanya, dan ajaklah dengan pikiran tenang, bahwa bunuh diri bukanlah solusi jitu untuk menghadapi masalahnya.

Ajak temanmu yang sedang depresi untuk move on dan menemui kehidupan yang lebih baik. Dengan begitu potensi depresi seminimal mungkin bisa ditekan.

Terus bagaimana nasib teman saya yang ada dipantai Parang Tritis itu tiga hari yang lalu, depresika ?

Saat tulisan ini dibuat, saya mendenger teman saya sudah bisa move on, dan kini katanya sudah mendapatkan wanita pengganti, yang body nya lebih mlenuk, tinimbang mantanya dulu. Diam-diam, saya ternyata jago urusan percintaan. Eaaa

Baca Juga : Ini Cara Cepat Untuk Move On Dari Mantan Mu

Leave A Reply