Cerita Horor Bertemu Hantu Bermuka Rata

0

Sepanjang saya masih bisa bernafas di dunia ini, saya hampir tak punya pengalaman sama sekali terkait dengan kejadian horor, atau entah itu pengalaman magis lainya. Paling banter, saya hanya mendengar ada sesuatu benda yang jatuh di kamar keluarga rumah saya, terutama biasanya waktu tengah malam tiba.

Walaupun asumsi saya menduga jatuhnya benda di sebapkan karena kesenggol kucing. Selebihnya pengalaman magis lain hanya saya dapatkan atas cerita-cerita teman saya, yang katanya kerap sekali menemui penampakan hantu papan atas dua Indonesia.

Ada yang cerita katanya pernah melihat anak kecil berambut plontos mainan yuyu kangkang, ada juga teman yang bercerita pernah bertemu sosok tinggi besar ketika sedang memancing tengah malam. Karena memang saya tidak pernah mengalami kejadian horor ini, ada kegamangan di sanubari hati saya, antara percaya dan tidak percaya pandangan saya terhadap mahluk-mahluk tak kasat mata lainya. Namun ada satu sumber yang begitu aku percayai terutama cerita dari pamanku yang pernah berhadapan pada situasi horor. Ceritanya kira-kira begini.



Pada hari Minggu sekitar awal tahun 2016-san, kala itu paman saya sebut saja namanya Sriyanto , sedang berada di lantai dua asrama yang saya tempati untuk mengajar BIPA.  Sebenarnya tidak hanya Sriyanto saja yang ada disitu, tapi ada salah satu orang asing, yang bahkan belum saya kenal.

Sriyanto sendiri sebetulnya sudah pingin pulang ke Pemalang. Namun sialnya, keesokan hari hujan begitu lebat datang menghadang. Sekiranya hujan itu baru selesai waktu sore, paman saya mengurungkan niat pulang ke Pemalang, sudah sore takut tidak ada bus katanya.

Saat itulah paman saya sendirian di asrama Lembaga BIPA, tak tahu-tahu malam itu pulalah menjadi tragedi tak akan terlupakan sepanjang hidupnya. Asrama BIPA saya yang kutempati di Surakarta memang begitu mencekam, gedung lantai empat itu konon kabarnya bekas pekuburan cina yang kemudian direlokasi.

Baca Juga : Cara Melihat, Merasakan dan Mendeteksi Adanya Hantu Disekitar Kita

Tetapi firasat Paman Sriyanto baik-baik saja, karena memang malam itu bukan Malam Jumat. Tetapi malam Senin yang biasanya orang-orang mulai ketar-ketir menghadapi pekerjaan yang seabreg pada pagi harinya. Untuk menghilangkan suasana sepi, Sriyanto menyalakan televisi lawakan komedi. Stand Up Comedy.

Selama Sriyanto menyalakan televisi tidak ada kejanggalan horor yang menakutkan, waktu terus berjalan hingga jam sebelas malam ke atas, kemudian baru mulailah muncul suasana mencekam.

Suasana mencekam itu diawalai dari bergantinya chanel televisi sendiri tanpa ada yang memencet remotnya, bulu kudu Sriyanto kemudian meremang berjejer ke atas. Tak berselang lama kemudian terdengar suara rengekan “hess” tak jauh dari ruang keluarga yang cukup keras. Sriyanto mulai panik, “apaan itu”, begitu pekiknya.


Tak peduli suara apa itu, Sriyanto mencoba mencari bantuan dengan menelepon temanya untuk segera datang menolongnya. Beruntulang, handphone nya tidak mati, atau tidak ngebelenk seperti di sinetron maupun film-film horor Indonesia. Pamanku juga patut bersyukur, soalnya yang ia ambil benar yaitu handphone, bukan “ndas gluntung, atau kepala buntung yang biasa ada di sinetron horor maupun film-film Indonesia. Namun kemudian, sudah jatuh malah tertimpa tangga, sudah telephone tidak ada yang jawab. Eh dia menangkap suara seram kedua yang lagi-lagi bikin bulu kudu merinding.

Telinga paman mendapatkan suara tawa yang begitu keras  “hihi”. Suara itu begitu memecahkan gendang telinganya, hingga nyalinya menciut seketika. Diduga suara tersebut berasal dari kamar mandi samping ruang dapur. Awalnya tawa itu hanya satu kali saja dan setelahnya menghilang, namun tak disangka setelah pamanku menuju dapur untuk mengambil minum.

Dia kepergok sosok wanita tak berwajah atau rata, di samping meja makan. Paman langsung ketakutan segera keluar asrama. Menuju bagian paling bawah bersama satpam, sampai pagi. Sejak saat itulah saya sedikit merasa agak ngeri, ketika melewati kamar asrama yang pernah pamanku tempati. Entah paman hanya membual atau tidak menceritakan itu kepada saya. Saya tetap jaga-jaga, siapa tahu giliran aku yang ketemu hantu itu kan tak lucu.

Search terms:

ketemu hantu bukanrahasia

Leave A Reply