Gaya Pacaran Seperti Ini yang Membuat Kantongmu tak Akan Jebol

0

Banyak orang bilang bahwa pacaran merupakan sumber beang kerok jebolnya dompet keuanganmu yang merana tiga hari tiga malam. Memang saya kira begitu. Kendati demikian, bukan berarti pacaran selalu identik dengan pemborosan disana-sini. Pada titik tertentu, pancaran bisa saja tak menyebapkan sumber keuanganmu bocor kemana-mana, serta tentunya bisa “hemat-njimat”.  Setidaknya, terdapat beberapa cara jitu agar kegiatan pacaranmu tidak menimbulkan kantong menjadi geripis.

Penasaran, Seperti Apa Gerangan ?

Pertama, bermainlah selalu jujur kepada sang doi. Sejak awal merajut cinta,  katakanlah sesungguhnya, bahwa keadaan ekonomimu kadang mujur  kadang “mabur” alias tak beruntung. Hal ini dimaksudkan supaya pasanganmu sadar diri dan tak menuntut. Dan karenanya jika banyak menuntut akan menghasilkan pengeluaran seabreg lainya. Upaya terus terang ini setidaknya supaya pacarmu tidak melakukan tindakan sporadis merampok uangmu, hanya untuk membeli gincu, ataupun bedak perias wajah lainya.


Kedua, jangan pernah merasa “kikuk” menerapkan model pacaran subsidi silang. Atau bahasa kerenya “joinan”. Misal hari pertama kamu yang membayar diner bareng si doi, minggu kedua baru doi disuruh gantian membayar kegiatan pacaranmu. Lha ya sama-sama bisa membuat perut kenyang, apa salahnya gantian membayar. Lagian besok kalau sudah menikah, masalah keungan biasanya bisa bareng-barengkan.

Namun sayangnya, banyak para cowo merasa “kikuk”, ketika dibayarkan dinernya oleh si doi, ada anggapan yang lazim ditemui muda-mudi kita, bahwa cowo yang mau dibiayai cewenya adalah cowo rendahan. Bagi saya sih selow saja, karena memang rendah tingginya cowo dinilai dari perbuatan dan tindakannya, bukan masalah dibayar traktiran atau tidak.

Tapi bukanya jika seorang cowo mau begitu saja dibayarkan oleh cewenya itu bikin pacaran tidak romantis ya ? Kata siapa, justru tindakan itu malah bikin romantis tujuh belas turunan, apalagi disertai dengan kalimat super gombal yang bikin klepek-klepek siapa saja pendengarnya. Misalnya “Dik, yuk kita bangun mahligai cinta kita ini berdua, begitu juga dengan biaya ongkos makan kita, kita akan selalu berdua sayang.” Eaaa, romantis kan ?


Ketiga, buatlah kegiatan kencan dengan semurah mungkin, tapi jangan murahan lho ya, misalnya, mau ngajak doi diner di kafe, ya cari saja kafe yang murah-meriah. Kalau perlu yang bisa boleh buat ngutang, siapa tahu saat bayar, duitmu kurang. Si doi akhirnya nantikan yang akan mbayarin. Tak perlu yang mahal, yang penting suasananya bikin adem ayem untuk pacaran.

Atau misalnya pingin nonton bioskop kesayangan, ya nontonlah, tapi cari hari yang pas, jangan hari Sabtu-Minggu, nonton sajalah dihari lain yang biasanya lebih murah. Sisa duit itu nantinyakan bisa buat beliin si doi kalung, atau gelang supaya dia makin nempel aja ke kamu, asal jangan beliin dia kutang, nanti dikira “kutang” ajar, eh kurang ajar.

Keempat, ini cara paling brilian yang tidak ada tandinganya. Silahkan kamu cari pacar keturunan ningrat yang kaya raya. Tak perlu dijelaskan alasanya, saya yakin kamu sudah tahu maksudnya.

Leave A Reply