Mengenal Makanan Bakpao Yang Sedang Viral Belakangan Ini

0

Terdapat candaan yang lucu terkait stetmen Fredrich Yunadi, pengacara dari Setya Novanto belakangan ini. Kelucuan tersebut didapat ketika Yunadi menyebutkan bahwa Setya Novanto kepalanya “benjut” seperti Bakpao.

Mendengar kalimat Bakpao saya jadi teringat masa kecil saya, yang kata ibu saya baru mau berhenti menangis, jika sudah diberikan Bakpao. Dulu saya mengira bahwa Bakpao itu makanan yang berhubungan dengan kebudayaan Jawa, ternyata pemahaman saya keliru. Pencerahan itu saya dapatkan, terutama setelah saya mendapatkan mata kuliah Antropologi. Sebuah mata kuliah yang membuat para mahasiswa cukup pusing tujuh keliling.

Asal-usul Bakpao, memang bukan dari kebudayaan Jawa, namun berasal dari dataran Tionghoa. Bakpao adalah kuliner paling favorit yang telah menjadi makanan siapa saja, tak peduli tua-muda, bahkan nenek-kakekpun suka dengan Bakpao yang memal itu.

Semula sesuai dengan namanya, Bakpao memiliki isian daging babi: bak (daging babi), dan pao (roti). Roti lembut yang berbentuk setengah lingkaran ini kemudian terdapat beberapa variasi toping isian, diantaranya isi coklat, keju, hingga kacang hijau yang biasa lazim kita temui.


Sebelum berbentuk Bakpao yang kita kenal sekarang ini, Bakpao memang identik dengan isian daging babi. Namun kini, karena terdapatnya akulturasi dengan kebudayaan Nusantara yang bercorak Islam, konotasi Bakpao berisikan daging babi menjadi hilang. Anggapan orang-orang tentang Bakpao sudah sangat berbeda. Pengertian Bakpao saat ini adalah suatu makanan yang terdiri dari tepung beras, diberi macam isian, difermentasikan, dan dimatangkan dengan cara dikukus,” demikian pendapat Diah Surjani Ananto, penulis buku populer tentang roti, dalam Bakpao.

Sementara itu seorang ahli makanan, Istiawati Kiswandono, berpendapat bahwa di  Tiongkok Utara roti yang di Indonesia disebut Bakpao ini rasanya tawar, fungsinya biasanya untuk menggantikan nasi. Penyebutan yang familiar justru bukan Bakpao melainkan disebut Ho Yek Pao. Sedangkan di daerah Tiongkok Selatan, makanan tersebut ada isian yang terdiri dari daging sapi, serta disebut dengan nama Gou Ruk. Sedangkan di Indonesia Bakpao umunya berasa manis legit, krenyes-krenyes, terutama jenis Bakpao kering, atau Gou Ruk.

Yang bikin menarik Gou Ruk atau Bakpao kering biasanya disajikan dengan dilipat menjadi dua, mirip bentuknya seperti burger, hanya saja isian Bakpao Kering biasanya berisi kacang hijau. Karena rasanya enak, dan manis inilah Bakpao begitu banyak digemari dimana-mana.


Tapi saat awal tahun 1950-an, makanan asal Tionghoa seperti Bakmi Pangsit, Bakmi Baso, Bakpao, dan Tek-Tek goreng, belum digemari masyarakat. Sebap kata dosen saya yang mengajarkan teori Antropologi, kesemua makanan itu mengandung daging babi.

Baru sekitar akhir tahun 1960 an, makanan Tionghoa mulai digemari setelah dijual dengan varian rasa sebagai bakmi baso sapi. Lalu kemudian diikuti juga dengan Bakpao dan masakan asal Tionghoa lainnya, yang mulai mengganti daging babi dengan daging sapi supaya halal untuk dimakan.

Search terms:

pembuat kue bakpao kacang ijo di tangerang

Leave A Reply