Lifosfer dan Struktur Pembentukan Bumi

0

Dalam dunia pendidikan ada berbagai macam pengetahuan yang akan dipelajari, seperti ilmu sains, sosial dan kebumian atau yang biasa disebut dengan geografi. Selain ketiga pengetahuan tersebut, masih banyak pengetahuan lain yang harus dipelajari. Kali ini yang akan kita bahas adalah mengenai seluk beluk pengetahuan kebumian (geografi) khususnya membahas tentang komponen-komponen pembentuk bumi.

Bumi yang kita pijaki selama ini tidak semata-mata terdiri dari tanah dan berbagai macam bebatuan saja, selain itu bumi juga terdiri dari berbagai macam komponen penyusun.  Salah satunya adalah bebatuan, yang bisa dibilang menjadi komponen penyusun yang paling utama. Bebatuan yang sudah terkubur selama beribu-ribu tahun akan melapuk dan berubah menjadi tanah yang selama ini kita pijak.

Struktur pembentukan Bumi

Berdasarkan ilmu geofisika dapat dikatakan bahwa unsur yang terdapat dalam bumi kita selama ini sudah berusia sekitar 4.700 tahun, dan bukan hanya itu saja, beberapa ahli kimia juga memaparkan bahwa unsur pembentuk bumi terdiri dari massa gas, massa gas tersebut semakin lama akan semakin mendingin hal itulah yang menjadi penyebab mengapa bagian luar bumi nampak lebih keras.


  1. Bagian terluar bumi (kerak bumi)

Ketebalan lapisan ini mencapai 70 Km, bagian inilah yang dapat dilihat oleh makhluk hidup selama ini termasuk anda, pada lapisan kerak bumi terdapat suatu unsur yang dinamakan litosfer. Litosfer ini letaknya tepat pada kedalam sejauh 100 Km di bagian bawah kerak bumi.

  1. Selimut bumi (mantel)

Setelah lapisan kerak bumi, lapisan kedua yang menjadi komponen penyusun bumi adalah lapisan mantel atau dalan bahasa ilmiah lebih sering disebut dengan astenosfer, berbeda dengan bagian kerak bumi, pada bagian astenosfer ini ketebalannya mencapai 2.900 Km dan terdiri dari batuan-batuan padat perlu anda ketahui pula bahwa suhu pada lapisan ini mencapai 3.000 derajat Celsius.

  1. Inti bumi

Diantara struktur lainnya, bagian inti ini adalah yang paling panas selain itu inti bumi juga menjadi bagian terdalam dari bumi yang kita huni selama ini, kedalamannya bahkan mencapai 2900-5200 Km. Suhu di dalam bagian inti bumi ini bisa mencapai 5.000 derajat celcius, suhu yang sangat panas untuk ukuran manusia normal dan biasa.

Pengertian Litosfer dan Komponen Penyusunnya Dalam Bumi

Dari sekian banyak material yang membentuk bumi, ada salah satu komponen atau unsur yang sangat menarik untuk dikupas lebih jauh. Dan unsur yang dimaksud ialah litosfer. Nah, tahukah anda apa itu litosfer ?

Buat anda yang belum tahu, Litosfer adalah lapisan batuan, dimana lapisan ini terletak di bagian luar bumi, biasanya ada pada bagian kerak serta lapisan bawah kerak bumi.

Tekstur dari lapisan litosfer ini sangatlah keras, dan hal tersebut terbilang wajar sebab litosfer merupakan sebuah bebatuan yang menjadi penopang makhluk hidup di atas bumi. Litosfer ini memegang pengaruh yang sangat besar bagi kelangsungan hidup makhluk di dunia, apabila litosfer ini pecah menjadi lempeng tektonik dalam jumlah yang cukup banyak maka hal tersebut akan menyebabkan pergerakkan pada benua. Jika sudah seperti ini maka akan muncul gempa-gempa kecil di bagian permukaan bumi yang biasa disebut dengan gempa tektonik.

Menurut ilmu geografis, unsur yang membentuk setiap bagian bumi terdiri dari 92 unsur, tetapi sekiranya hanya ada delapan unsur saja yang membentuk bagian kulit bumi dan litosfer. Unsur yang membentuk litosfer bersamaan kulit bumi ini dimulai dari oksigen dengan kadar 46,6%, silicon 27,7% alumunium 8,1%, besi 5,0%, kalsium 3,6%, natrium 2,8% Kalium 2,6% dan magnesium sebanyak 2,1%.


Jenis-Jenis Litosfer dan Dampak Pergeserannya

Melihat fakta tentang betapa penting dan berbahayanya bagian litosfer ini apabila bergeser, menimbulkan sejumlah pertanyaan baru terkait apa saja komponen atau unsur-unsur yang membentuk litosfer tersebut sampai menjadi begitu keras dan membahayakan kehidupan makhluk hidup di permukaan bumi.

Nah, sebelum melangkah pada pembahasan terkait komponen apa saja yang menyusun litosfer, maka anda harus mengetahui terlebih dahulu bahwa litosfer ini terbagi menjadi dua tipe. Yaitu:

  • Litosfer benua, litosfer ini adalah lapisan bebatuan yang memiliki hubungan langsung dengan bagian kerak benua.
  • Litosfer samudra, litosfer ini berbeda dengan litosfer benua. Litosfer ini terletak dibagian dasar samudra dan berhubungan dengan kerak samudra.

Kedua litosfer inilah yang disinyalir menjadi penyebab utama, bencana gempa tektonik, dari kedua pergerakan litosfer tersebut yang paling membahayakan adalah pergerakkan litosfer samudra. Letaknya yang berada di bawah samudra menjadikannya rentan apabila mengalami pergeseran sangat ekstrim. Dan pergeseran litosfer samudra yang sangat kuat selain dapat menyebabkan gempa, juga dapat menyebabkan potensi tsunami.

Baca Juga : Cara Melihat, Merasakan dan Mendeteksi Adanya Hantu Disekitar Kita

Tenaga endogen yang berasal dari dalam bumi juga dapat mempengaruhi perubahan struktur dan pergeseran pada litosfer ini, apabila litosfer berubah bentuk atau mengalami pergeseran maka bagian teratas bumipun akan terkena dampaknya. Jika tenaga endogen begitu kuat maka hal ini akan membentuk relief di bagian permukaan bumi, tenaga ini juga memiliki dua sifat yakni membangun dan adapula tenaga endogen yang bersifat merusak.

Selain memiliki dua sifat, secara geologis tenaga endogen ini tidak hanya meliputi bagian kerak bumi atau litosfer tetapi juga meliputi tektonisme, vulkanisme dan seisme atau yang biasa disebut sebagai gempa, adapun tektonisme itu sendiri adalah sebuah perubahan yang berupa pergeseran, patahan ataupun lipatan pada bagian permukaan bumi khususnya kulit bumi baik terbentuk secara horizontal maupun terbentuk secara vertical.


Vulkanisme adalah reaksi atau pergerakkan dari sebuah magma gunung berapi di bagian litosfera yang semakin naik keluar permukaan bumi, adapun yang dihasilkan dari proses vulkanisme ini adalah gunung berapi. Pasca atau setelah terjadinya fenomena vulkanis ini selain gunung berapi adapula fenomena lain yang banyak ditemukan yakni mata air panas, sumber gas, sumber gas uap air dan mofet.

Seisme atau gempa bumi, seperti yang sudah dijelaskan pada paragraph sebelumnya, bisa terjadi karena dua hal yakni pergeseran lempeng bumi dan aktivitas gunung berapi. Adapun wilayah yang sering dan rentan terkena gempa bumi ini adalah daerah yang dilalui jajaran cincin gunung berapi dan Negara-negara yang berada di sekitar samudra pasifik, jepang adalah salah satu contoh Negara yang sangat rentan dan sering terkena gempa.

Selain mengetahui pengertian litosfer dan komponen penyusunnya, ternyata masih banyak hal yang menyangkut dan berhubungan dengan ilmu kebumian. Apabila kita hanya membahas satu jenis saja maka akan merambat pada penjelasan yang lain. Seperti halnya kita membahas sebuah litosfer atau lapisan bebatuan yang berada di bagian bawah kulit bumi, dari sana saja dapat dikaitkan dengan berbagai fenomena.

Nah, itulah diatas informasi terkait pengertian litosfer dan komponen penyusunnya serta hal lain terkait pembentukan bumi. Diharapkan ulasan diatas bisa memberi edukasi atau menambah wawasan anda terkait unsur-unsur bumi dan juga yang berkaitan dengan proses terjadinya gempa bumi.

Leave A Reply