Mengenal Penyakit Paru Obstruktif Kronis

0

Bukanrahasia.com – Mungkin anda baru pertama kali mendengar tentang Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK). Walaupun sepertinya kurang populer, penyakit yang banyak dialami oleh orang berusia 40 tahun ke atas, terutama mereka yang menjadi perokok aktif maupun pasif ini dapat berakibat fatal, yaitu fungsi paru tidak dapat pulih ke kondisi semula.

Mengenal PPOK

Penyakit Paru Obstruktif Kronis atau sering disingkat PPOK adalah istilah yang digunakan untuk sejumlah penyakit yang menyerang paru-paru yang timbul dalam jangka waktu yang lama. Penyakit ini menyebabkan saluran pada cabang bronkus mengalami kekakuan (fibrosis) dan penyempitan secara permanen, sehingga pengidap akan mengalami kesulitan dalam bernafas, seperti asma refrakter (tidak ada perubahan atau perbaikan yang sangat singkat), bronkitis menahun atau kronis, dan emfisema (kondisi kantung udara di paru-paru mengalami kerusakan yang memburuk). Sayangnya kondisi paru pada pasien PPOK tidak dapat pulih seperti semula karena penyempitan tersebut bersifat permanen.

Penyakit Paru Obstruktif Kronis atau PPOK

Gejala PPOK

PPOK jarang menunjukkan gejala atau tanda khusus. Gejala penyakit baru akan muncul ketika sudah terjadi kerusakan signifikan pada paru-paru, yaitu setelah paru-paru mengalami paparan yang terus-menerus dalam waktu lama.

PPOK memiliki gejala seperti berikut :

  • Batuk berdahak yang tidak kunjung sembuh
  • Napas terengah-engah, bahkan ketika melakukan aktivitas fisik yang ringan, seperti memasak atau mengenakan pakaian.
  • Sesak nafas, kadang disertai bunyi.
  • Infeksi paru
  • Berat badan menurun dan terasa lemas

Serangan PPOK dapat terjadi secara tiba-tiba dengan gejala yang parah, bahkan dapat berakibat fatal. Kondisi pasien dapat mereda, namun kemudian kekambuhan dapat terjadi kembali. Semakin lama pasien mengidap PPOK dan tidak diobati, maka gejala yang muncul saat Serangan akan semakin serius.

Faktor resiko Penyakit Paru Obstruktif Kronis

Ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan resiko terjadinya PPOK :

  • Rokok : Paparan asap rokok pada perokok aktif maupun pasif merupakan faktor utama penyebab PPOK dan sejumlah penyakit pernapasan lainnya. Diperkirakan, sekitar 1 dari 4 orang perokok aktif mengidap PPOK
  • Paparan polusi udara : Seperti asap kendaraan bermotor, debu, atau bahan kimia.
  • Usia : Intensitas PPOK akan berkembang secara perlahan namun pasti dalam jangka waktu lama. Gejala penyakit umumnya muncul pada pengidap yang berusia 40 hingga 50 tahun.

Diagnosis Penyakit Paru Obstruktif Kronis

Pemeriksaan PPOK umumnya dilakukan berdasarkan terjadinya gejala Seperti di atas, pemeriksaan kondisi fisik pasien, serta tes pernapasan. Tes pernapasan akan dilakukan dengan spirometer, yaitu alat untuk mengukur fungsi paru melalui hembusan nafas pada mesin. Jenis hembusan nafas yang akan diukur, yaitu hembusan nafas cepat dalam 1 detik dan jumlah total hembusan napas panjang hingga habis dari paru-paru. Beberapa pemeriksaan yang lebih mendetail juga dapat dilakukan seperti :

  • Tes darah : Untuk melihat Adanya kemungkinan penyakit lain, seperti anemia yang dapat juga menyebabkan sesak nafas
  • Rontgen paru-paru : Tingkat keparahan emfisema serta gangguan paru lainnya dapat diperiksa melalui prosedur ini.
  • CT scan : Agar kondisi fisik paru-paru dapat diteliti.
  • Elektrokardiogram (EKG) dan ekokardiogram guna pemeriksaan kondisi jantung.
  • pengambilan sampel dahak

Baca Juga : Jenis Makanan Terbaik untuk Jantung Anda

Pemeriksaan sebaiknya dilakukan secara dini, sehingga kemungkinan pasien untuk menjalani pengobatan sesegera mungkin sehingga perkembangan PPOK dapat dihambat.

Pengobatan Penyakit Paru Obstruktif Kronis

Hingga saat ini, PPOK termasuk penyakit yang belum bisa disembuhkan. Pengobatan bertujuan untuk meringankan gejala dan menghambat perkembangan penyakit tersebut. kombinasi pengobatan yang tepat penerapan gaya hidup sehat akan memungkinkan pasien untuk menjalani hidup dengan lebih baik.

Beberapa langkah yang dapat dilakukan meliputi :

  • Berhenti merokok atau menghindari paparan asap rokok. Ini merupakan langkah utama untuk memastikan agar PPOK tidak bertambah parah
  • Menggunakan obat secara rutin. Contohnya, inhaler(obat hirup hidung) jenis pereda gejala atau inflamasi saluran pernapasan, tablet teofilin yang akan melebar kan saluran pernapasan, tablet mukolitik (pecegah dahak dan ingus), tablet antibiotik, serta tablet steroid.
  • Terapi untuk paru-paru, misalnya nebulisasi (mesin yang menyemprotkan uap cairan steril yang telah dicampur dengan obat-obatan pernapasan)
  • Pemeriksaan Dini secara berkala ke dokter agar kondisi kesehatan dapat dipantau.
  • Penerapkan gaya hidup sehat, seperti menjaga pola makan yang sehat dan rutin berolahraga.
  • Menghindari polusi udara, misalnya asap rokok serta asap kendaraan bermotor.
  • Menjalani vaksinasi secara rutin, contohnya vaksinasi flu dan vaksinasi pneumokokus

Mencegah lebih baik daripada mengobati. Selain itu, kesadaran untuk hidup sehat juga sangat berperan dalam menghindari terjadinya PPOK. Sayangilah keluarga dan orang terdekat dengan menjauhkan mereka dan diri sendiri dari paparan asap rokok, mengingat bahwa rokok adalah penyebab utama terjadinya PPOK. Yang tidak kalah penting, biasakan untuk melakukan medical check up agar kondisi kesehatan dapat selalu terpantau dengan baik.

Leave A Reply