Mengenal ISPA : Infeksi Saluran Pernafasan Akut Yang Bisa Mengancam Nyawa

0

ISPA merupakan penyakit yang menyerang bagian sistem pernafasan seseorang yang disebabkan oleh bakteri, yang dalam beberapa faktor, penyakit ini dapat menyebabkan kematian bagi penderitanya.

APA ITU ISPA?

Menurut Dokter Spesialis Paru Rumah Sakit Eka Hospital Pekan Baru, Dr. Zulkarnain Barasila, Sp.P, Seperti dikutip oleh Family’s Health, ISPA adalah Infeksi Saluran Pernapasan Akut (bukan infeksi saluran penapasan atas) yang menyerang salah satu bagian/lebih dari saluran napas mulai dari hidung hingga alveoli; termasuk adneksanya (struktur tambahan suatu organ) seperti sinus pada hidung, rongga telinga tengah pada telinga, dan pleura pada paru. Disebut akut karena infeksi berlangsung hingga l4 hari, meskipun untuk beberapa penyakit yang termasuk ISPA, proses ini berlangsung lebih dari 14 hari. 

PENYEBAB PENYAKIT ISPA

ISPA - Infeksi Saluran Pernafasan

Penyebab utama terjadinya infeksi saluran pernapasan bawah adalah bakteri, sebagai contoh Streptococcus pneumoniae, yang di banyak negara merupakan penyebab paling umum pneumonia. Bakteri ini umumnya didapat dari luar rumah sakit. Namun demikian, patogen yang paling sering menyebabkan ISPA adalah virus, atau infeksi gabungan virus-bakteri. Sementara itu, ancaman ISPA akibat organisme baru yang dapat menimbulkan wabah penyakit yang bersifat epidemi (wabah yang sangat cepat dalam populasi tertentu) maupun pandemi (epidemi dalam populasi yang lebih luas) memerlukan tindakan pencegahan dan kesiapan khusus. 

Salah satu penyebab ISPA yang lain adalah asap pembakaran bahan bakar kayu yang biasanya digunakan untuk memasak Dan juga asap akibat kebakaran hutan yang tidak terkendali, menyebabkan asap yang pekat pada suatu kota selama berbulan-bulan. Tanpa disadari pada kasus bencana asap, udara yang dihirup setiap hari, menimbulkan keluhan seperti batuk, sesak nafas, dan sulit untuk bernafas. Polusi dari bahan bakar kayu tersebut mengandung zat-zat seperti Dry basis, Ash, Karbon, Hidrogen, Sulfur, Nitrogen, dan Oksigen yang sangat berbahaya bagi kesehatan. 
Secara umum efek pencemaran udara terhadap pernafasan dapat menyebabkan pergerakan silia hidung menjadi lambat dan kaku, bahkan berhenti, sehingga tidak dapat membersihkan saluran pernafasan akibat iritasi oleh bahan pencemar. Produksi lendir akan meningkat sehingga menyebabkan penyempitan saluran pernafasan dan peningkatan makrofag (sejenis sel darah putih) di saluran pernafasan. Kedua hal tersebut menyebabkan kesulitan bernafas, sehingga benda asinq tertarik dan bakteri tidak dapat dikeluarkan dari saluran pernafasan. Kondisi ini akan memudahkan terjadinya infeksi saluran pernafasan.  

GEJALA PENYAKIT ISPA

Tanda dan gejala ISPA bervariasi, mulai dari yang ringan sampai berat, antara lain: demam, pusing, malaise (Iemas), anoreksia (tidak nafsu makan), vomitus (muntah), photophobia (takut cahaya), gelisah, batuk, keluar sekret, stridor (suara nafas mengorok), nyeri dada, dyspnea (sesak bernafas), retraksi suprastemal (tarikan otot sela iga), hipoksia (kurang oksigen), dan dapat berlanjut pada gagal nafas apabila tidak mendapat pertolongan, bahkan dapat mengakibatkan kematian.
ISPA yang membahayakan nyawa biasanya menunjukkan gejala yang berat, misalnya bibir membiru, sesak berat, gagal napas, hipoperfusi jaringan, penurunan kesadaran atau syok Faktor penyebab dapat menjadi pegangan untuk antisipasi kemungkinan perburukan misalnya bakteri atau virus yang sangat virulen seperi SARS, flu burung, MERS-coV dan lain-lain.

ISPA Menurut Depkes RI (2002) dapat diklasifikasi menjadi 3 kategori yaitu:

  • ISPA ringan : Seseorang yang menderita ISPA ringan apabila ditemukan gejala batuk, pilek dan sesak.
  • ISPA sedang : ISPA sedang apabila timbul gejala sesak nafas, suhu tubuh lebih dari 39°C dan bila bernafas mengeluarkan suara seperti mengorok.
  • ISPA berat : Gejalanya meliputi kesadaran menurun, nadi cepat atau tidak teraba, nafsu makan menurun, bibir dan ujung nadi membiru (sianosis), dan gelisah.

PERTOLONGAN PERTAMA DI RUMAH TERHADAP PENYAKIT ISPA:

  • Berikan obat penurun demam atau pemberian kompres apabila demam
  • Berikan obat batuk yang bersifat antitusif dan mukolitik apabila batuk
  • Perhatikan asupan gizi. Berikan makanan yang bergizi untuk meningkatkan daya tahan tubuh, berikan dalam porsi sedikit dan berulang dengan frekuensi sering.
  • Perhatikan asupan cairan terutama air putih, termasuk air buah dan Iainnya. Cairan dapat membantu mengencerkan dahak Kekurangan cairan akan menambah parah sakit yang diderita.
Pertolongan Lainnya:
  • Jika pilek, bersihkan hidung untuk mempercepat kesembuhan dan menghindari komplikasi yang lebih parah.
  • Usahakan lingkungan tempat tinggal yang sehat, yaitu berventilasi cukup dan tidak berasap.
  • Apabila selama perawatan di rumah keadaan terus memburuk, maka dianjurkan untuk segera dibawa ke dokter atau petugas kesehatan.
  • Untuk penderita yang mendapat obat antibiotik, selain tindakan di atas, usahakan agar obat yang diperoleh tersebut diberikan dengan benar selama 5 hari penuh. Usahakan juga agar dibawa kembali ke petugas kesehatan untuk pemeriksaan ulang.

CARA PENCEGAHAN PENYAKIT ISPA

ISPA adalah penyakit infeksi menular. Saran pencegahan penularan penyakit ini adalah dengan cara mengisolasi penderita. Lakukan kewaspadaan standar ketika berinteraksi dengan penderita ISPA, selain melakukan kewaspadaan standar, disarankan pula untuk melakukan kewaspadaan transmisi droplet, transmisi kontak, transmisi airborne, serta lingkungan atau ruangan dengan ventilasi yang baik untuk mengurangi risiko penularan melalui aerosol pernapasan.
Selain penggunaan alat pelindung tertentu terhadap droplet (yaitu, masker), beberapa unsur kewaspadaan standar, seperti kebersihan pernapasan, kebersihan tangan, kebersihan lingkungan, dan pengelolaan limbah, juga sangat penting dilakukan untuk membantu mencegah penularan ISPA.
Hal lain yang penting dilakukan adalah menjaga status gizi yang baik, yang dapat membantu mencegah atau mengantisipasi penyakit, terutama penyakit ISPA Salah satu contohnya adalah mengkonsumsi makanan 4 sehat 5 sempurna dan memperbanyak minum air putih, olahraga teratur, serta istirahat yang cukup. Tubuh yang sehat dapat meningkatkan daya tahannya sehingga membantu mencegah virus (bakteri) yang akan masuk.
Dr. Zulkarnain Barasila, Sp.P menghimbau masyarakat, khususnya mereka yang tengah berada di wilayah bencana asap, untuk selalu mengupayakan langkah antisipasi terhadap penyakit ISPA Jika terdapat keluhan yang mengarah pada penyakit gangguan pernapasan, segera konsultasikan pada dokter agar mendapat penanganan yang tepat sesegera mungkin.
Original Content By : Bukan Rahasia

Search terms:

apakah ispa bisa mengancam hidup?

Leave A Reply