Kenali Penyakit Hiperbilirubin/Kuning Pada Bayi Yang Baru Lahir

0

Bilirubin adalah senyawa pigmen berwarna kuning yang berperan sebagai antioksidan alami dan merupakan produk katabolisme dari sisa perombakan sel darah merah didalam tubuh sebagai penghambat sel limfosit T (Tergolong kelompok sel darah putih).

Dahulu paparan sinar matahari dianggap dapat membantu memperbaiki kondisi bayi yang memiliki kadar bilirubin tinggi. Tetapi saat ini, treatment tersebut tidak direkomendasikan lagi oleh dokter karena banyak penelitian yang menyebutkan bahwa paparan sinar matahari dalam waktu yang singkat tidak terbukti efektif mengurangi kadar bilirubin yang tinggi. Menjemur bayi di pagi hari boleh dilakukan pada bayi yang kuning dengan kadar fisiologis dan dilakukan pada jam tertentu; yaitu antara pukul 7-9 pagi dengan posisi yang berbeda-beda kurang lebih selama setengah jam (seperempat jam dalam keadaan telentang dan seperempat jam dalam keadaan telungkup) Menjemur bayi lebih dari 30 menit dapat mengakibatkan resiko luka bakar pada kulit bayi akibat paparan sinar matahari yang terlalu lama.

Apakah Hiperbilirubin itu?

Menurut Spesialis Pediatric Siloam Hospital Karawaci, Dr. Raymond Ongkie, SpA, Hiperbilirubin adalah meningkatnya kadar bilirubin dalam darah yang nilainya melebihi batas normal ( > persentil 95% bhutani normogram). Hiperbilirubin atau biasa disebut dengan jaundice/kuning akan menyebabkan kuning pada kulit, sklera (bagian putih pada mata) atau membran mukosa; seperti pada gusi dan lidah sebagai akibat penumpukan bilirubin yang berlebihan pada jaringan.
Sekitar 60% -70% bayi baru lahir berkondisi sehat dengan usia kehamilan (gestasi) > 35 minggu sering mengalami hiperbilirubin. Bayi yang mengalami hiperbilirubin biasanya dapat menjadi normal kembali, hanya 10% yang berpotensi menjadi penyakit (patologis). Adapun hiperbilirubin yang mengarah ke kondisi patologis antara lain:
  • Timbul pada saat lahir atau pada hari pertama kehidupan
  • Kenaikan kador bilirubin berlangsung cepat (> 5 mg/dL per hari)
  • Bayi kurang bulan (prematur)
  • Kuning rnenetap pada usia 2 minggu atau lebih
  • Peningkatan bilirubin direk > 2 mg/dl atau > 20 % dari total bilirubin serum.

Mengapa bayi yang baru lahir rentan terkena hiperbilirubin?

Bayi baru lahir (neonatus) rentan terhadap hiperbilirubin karena sel darah merahnya memiliki umur sekitar 70-90 hari, lebih pendek daripada sel darah merah orang dewasa, yaitu 120 hari. Bilirubin (pigmen kuning) terbentuk ketika sel-sel darah merah dipecah dan secara alami dibersihkan melalui hati, dan kemudian dikeluarkan melalui tinja dan urin. Sementara fungsi hati dan usus bayi yang baru lahir masih belum bekerja secara maksimal sehingga terjadi penumpukan kadar bilirubin karena produksinya lebih cepat daripada yang dapat dibuang.

Bagaimana gejala Hiperbilirubin?

Gejala-gejala bayi yang terkena hiperbilirubin yaitu:
  • Kulit bayi dan bagian putih bola mata berwarna kekuningan. Bayi terlihat kuning, pertama kali di daerah wajah, membran/selaput mukosa, kemudian menyebar ke dada, perut, lengan, lalu terakhir ke kaki
  • Urin yang berwarna kuning pekat
Geja1a-gejala memburuknya hiperbilirubin terlihat apabila terdapat salah satu gejala berikut ini:
  • Jika bagian putih bola mata terlihat kuning sekali atau kuning terlihat di bawah lutut dan lebih intens (kuning lemon ke oranye kuning)
  • Jika bayi sulit untuk dibangunkan
  • Bayi tampak rewel dan terus menangis
  • Posisi badan melenting.

Apakah hiperbilirubin ini dapat disembuhkan?

Menurut Dr. Raymond Ongkie, SpA, Hiperbilirubin dapat disembuhkan, dokter akan melihat tingkat intensitasnya untuk menentukan terapi apa yang dapat diberikan kepada bayi tersebut Adapun tingkatannya adalah sebagai berikut :
Kadar bilirubin tidak terlalu tinggi (di bawah persentil 95% bhutani normogram)
Pada tingkatan ini biasanya tidak perlu ada pengobatan, cukup memberikan ASI atau susu formula lebih sering ( 8-12 kali pemberian sehari). Tanda bahwa pemberian ASI atau susu formula sudah cukup adalah tinja bayi akan berubah wama dari hilau tua menjadi kuning, dan bayi pun terlihat tenang setelah menyusui.
Kadar bilirubin cukup tinggi (di atas persentil 95 bhutani normogram )
hiperbilirubin - fototerapi
Sebagian besar dokter anak di Indonesia masih memberikan terapi sinar (fototerapi) pada setiap bayi baru lahir cukup bulan dengan bilirubin serum total > 12 mg/dL atau bayi prematur dengan Bilirubin serum total > 10 tanpa melihat usia. foto terapi, yaitu tindakan dimana bayi disinar dengan cahaya biru khusus yang diarahkan ke kulit sehingga terjadi perubahan kimia pada molekul bilirubin di dalam jaringan bawah kulit. Kelebihan bilirubin pada bayi dapat segera dibuang melalui urin ataupun tinja tanpa perlu dimetabolisme (diproses) terlebih dahulu oleh hati. Pada saat dilakukan fototerapi, baju bayi dilepas, mata ditutup untuk menghindari paparan sinar yang terlalu terang terhadap retina (mata), dan posisi tidur bayi diubah beberapa kali supaya seluruh tubuh terpapar sinar.
Kadar bilirubin sangat tinggi (bilirubin ioial >25 mg/dl)
Pada kadar ini terbuka kemungkinan untuk dilakukan tranfusi tukar. Hal ini dilakukan untuk menghindari kerusakan otak. Transfusi tukar adalah prosedur yang dilakukan dengan mentransfusi (menggantikan) darah bayi yang tinggi bilirubinnya dengan darah donor yang rendah bilirubinnya, untuk menurunkan kadar bilirubin dengan cepat.

Apakah hiperbilirubin dapat dicegah?

Pada kebanyakan kasus, kuning pada bayi tidak dapat dicegah. Cara terbaik untuk menghindari hiperbilirubin memburuk adalah menganjurkan ibu untuk memberikan ASI/PASI (Pengganti ASI) sesering mungkin , paling sedikit 8-12 kali/hari untuk beberapa hari pertama.
Original Content By : Bukan Rahasia

Leave A Reply